Lebah Trigona SP Lombok

Masyarakat Nusa Tenggara Barat sebenarnya sudah mengenal Lebah Madu Trigona SP sejak lama. Hanya saja, dulunya masyarakat lebih mengenal lebah kecil ini dengan nama yang berbeda, masyarakat di Lombok Timur dan lombok barat misanya menamainya Madu Nyanteng, sementara masyarakat lombok barat dan sebagian lombok utara juga ada yang menamainya Keledan.

Nama Trigona mulai mencuat setelah Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Regional Mataram mengadakan penelitian serius tentang perlebahanan dan ditemukanlah salah satu jenis lebah di Lombok dengan madu trigona. 

Edi Kurniawan, salah seorang peneliti lebah Trigona menjelaskan, masyarakat dulunya tidak menyadari prospek bisnis pada lebah mini ini. Hal tersebut  karena mereka belum mengenal teknik budidaya Trigona sp yang baik dan benar. Hingga BPTHHBK  mengajari mereka proses pemindahan koloni, pemeliharaan, dan pemanenan madu dan propolis lebah trigona.

Septiantina Dyah R, S.Hut dan Krisnawati, S.Hut, dua peneliti Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (BPTHHBK) dalam sebuah acara Alih Teknologi (Altek) Budidaya lebah Madu Trigona sp,di Mataram mengatakan,

Lebah Trigona sp adalah jenis dari genus Meliponini yang dikenal juga sebagai stingless bee atau lebah yang tidak memiliki sengat. 

Di Lombok sendiri, terdapat dua Jenis Lebah Trigona sp yakni Trigona clypearis dan Trigona sapiens. Keduanya banyak ditemukan di seluruh Pulau Lombok dengan beragam kondisi habitatnya.